Showing posts with label browser. Show all posts
Showing posts with label browser. Show all posts

Jun 14, 2014

Google Luncurkan Chrome Versi 64-bit

Google Chrome
Gambar: jagatreview.com

Google akhirnya meluncurkan Chrome versi 64-bit yang diklaim memiliki kinerja 25% lebih cepat dibanding Chrome 32-bit. Khususnya kinerja pada perenderan tampilan grafis web. Bahkan, Google menjanjikan, Chrome 64-bit mampu menurunkan rata-rata crash sampai 50%.

Versi 64-bit dapat meningkatkan kestabilan dan keamanan para pengguna. Salah satu fitur keamanan yang ditawarkan versi 64-bit adalah ekstensi browser yang berfungsi untuk mengenkripsi kiriman email Gmail pengguna.

Sistem operasi Windows 7 atau 8 versi 64-bit merupakan salah satu syarat penggunaan Chrome 64-bit ini. Pengguna Windows 64-bit yang sudah menginstal Chrome 32-bit tetap bisa menginstal versi 64-bit tanpa harus menguninstal versi 32-bit.

Chrome versi 64-bit bukanlah produk yang stable. Namun pengguna tetap bisa mendownload versi canary (alpha) nya, atau juga bisa didapatkan di kanal developer.
Continue Reading

May 28, 2014

Chrome untuk Windows Hanya Bisa Instal Ekstensi Melalui Chrome Web Store

chrome logo

Akhirnya, pengguna Google Chrome di Windows hanya bisa menginstal ekstensi dari Chrome Web Store. Pengguna tidak akan pernah bisa lagi menginstal ekstensi dari sumber lain selain Chrome Web Store. Google menganggap dengan dilarangnya instalasi ekstensi melalui sumber lain dapat mengamankan komputer pengguna dari serangan malware.

Bagi pengguna yang masih memiliki ekstensi dari sumber lain, mereka tidak akan bisa menginstal ulang atau mengaktifkan ulang ekstensi tersebut. Satu-satunya jalan untuk mengaktikan kembali ekstensi tersebut adalah menginstalnya lewat Chrome Web Store (jika sang pengembang telah menguploadnya ke Chrome Web Store).

Sebenarnya Google telah mengumumkan peraturan ini sejak November yang lalu. Pengembang diharapkan mengupload aplikasinya ke Chrome Web Store, namun karena beberapa pengembang belum siap, peraturan tersebut di undur. Hari ini lah, peraturan tersebut sudah resmi disahkan Google.

Pengembang dan pebisnis masih bisa menginstal ekstensi secara lokal melalui kebijakan perusahaan. Sebagai catatan, efek peraturan ini hanya berlaku pada Chrome versi Stable sehingga tidak berlaku pada Chrome versi Developer.

Gambar: Wikimedia CC
Continue Reading

May 17, 2014

Pasar Penggunaan Browser, Chrome Masih Menjadi Raja, Firefox Anjlok

Shareholic baru saja memberikan kabar mengenai statistik penggunaan browser, statistik ini menampilkan bagaimana perubahan peringkat browser-browser tersebut dalam 8 bulan ini.

Statistik browser

Tidak mengagetkan, Chrome masih menjadi pemimpin dengan perolehan penggunaan sebesar 34,65% bulan April kemarin. Chrome merupakan browser yang unggul, bahkan sejak bulan September 2013 dengan "perolehan suara" sebanyak 34,68%. Browser ini cukup stabil, per bulannya hanya naik - turun sebesar 1%.

Berbeda dengan Firefox yang anjlok cukup tajam. Rata-rata browser ini turun sebanyak 1% setiap bulannya, sejak September 2013 yang memiliki pasar sebanyak 16,6%. Namun pada bulan April 2014 kemarin Firefox justru berada di bawah Safari dan Internet Explorer yang hanya memperoleh 11,94%.

Statistik browser

Kita tunggu apa yang akan dilakukan Mozilla Firefox setelah melihat anjloknya pasar mereka dimana tahun 2013 berada di peringkat dua, sedangkan tahun ini hanya berada di peringkat ke empat.
Continue Reading

May 3, 2014

Mencoba Firefox 29 dengan Australis

Mozilla Firefox baru saja meluncurkan versi baru, yaitu versi 29. Di versi ini Mozilla Firefox benar-benar total merombak user interface/tampilan nya. Tampilan baru ini mereka sebut sebagai tampilan Australis.

Ketika saya mencoba di Windows XP, Firefox Australis terlihat sangat menyatu dengan Windows XP berbeda dengan versi sebelumnya, Firefox Australis tidak menampilkan title bar (walaupun title bar bisa dimunculkan melalui menu customize).

Firefox 29

Menu pada Firefox tidak lagi ada di pojok kiri atas, namun sekarang berada di bagian kanan dengan logo 3 buah garis pada tombolnya. Di dalam menu diberikan menu yang bakal sering digunakan oleh pengguna browser ini seperti membuka private window, add ons, print, dan history. Menu yang cukup menarik bagi saya adalah menu developer. Di menu ini ada satu menu baru yaitu menu app manager yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile seperti iOS, Android, dan Firefox OS.

Firefox 29
Menu

Firefox 29
App manager

Untuk mengkustom, kini Firefox menyediakan tampilan customize di seluruh window nya.

Hal baru lain yang sangat menarik adalah fitur gamepad secara resmi dipasang, yang ini berarti kita bisa menggunakan gamepad untuk memainkan game browser yang mendukung gamepad.

Jika penasaran anda bisa mengupdate atau mendownload Firefox 29 sekarang dan mencoba tampilan barunya.
Continue Reading

Mar 23, 2014

Mozilla Firefox 29 Beta dengan Mode Kustomisasi dan Antar Muka Australis

Baru beberapa hari lalu Firefox 28 dirilis, kemarin Mozilla mengumumkan Firefox beta versi 29 untuk Windows, Mac, Linux, dan Android. Pengembangan pada fitur ini cukup masif diantaranya sinkronisasi Firefox (Firefox Sync), mode kustomisasi, dan perbaikan besar-besaran antar muka Australis.

Firefox Sync sekarang menggunakan akun Firefox, mudah saja anda cukup buat akun Firefox dan anda bisa menggunakan fitur Firefox Sync di 4 platform yang berbeda.

Bagi yang belum tahu, akun Firefox dapat digunakan pengguna untuk menyimpan bookmark, history, dan tab-tab yang sedang dibuka. Layanan ini juga dapat menyimpan informasi pengguna dan tentunya penyimpanan ini lebih aman.

Tampilan Firefox bakal berubah drastis dengan apa yang mereka sebut antar muka Australis (Australis user interface). Tampilan antar muka ini sebenarnya sudah dibocorkan oleh Mozilla bakal digunakan di Firefox versi 25, namun karena beberapa sebab akhirnya antar muka Australis baru segera dipasang di Firefox versi 29.

Firefox 29

Pada sisi desktop, browser ini mampu di kustom pada tombol Menu dan kemudian pilih Customize.
Firefox 29


Simak video mengenai antar muka Australis di bawah ini:




Gambar: Mozilla Blog
Continue Reading

Nov 14, 2013

Opera Putuskan Penutupan Layanan My Opera 1 Maret 2014

Kabar mengejutkan dari Opera, setelah meninggalkan Presto, kali ini Opera memutuskan untuk menutup layanan My Opera nya pada tanggal 1 Maret 2014. Layanan yang dimaksud berupa forum, blog, maupun layanan email.

My Opera

Dikutip dari Choose Opera, forum My Opera meluncur pada tahun 2001. Dan pada tahun 2006 layanan blog My Opera menyusul. Namun mereka menyerah dengan situs-situs sejenisnya yang menyediakan fitur yang lebih banyak dan baik. Sehingga menurut mereka keputusan menutup layanan My Opera sudah tepat.

Apa yang mereka sarankan dengan penutupan layanan My Opera? Ekspor blog anda dan download semua konten blog anda melalui link yang disediakan di blog Choose Opera. Gunakan auto-reply pada layanan email (mail.opera.com) untuk memberi tahu kontak anda tentang pindahnya alamat email anda. Setelah melakukan langkah tersebut, silakan impor file blog My Opera di Wordpress, Drupal, TypePad, dan sebagainya. Dan untuk email, silakan mendaftarkan diri di layanan email yang lain seperti FastMail.fm, GMail, Outlook, Yahoo, dan sebagainya.

Tenang, ID/Username anda masih tetap bisa digunakan di semua layanan Opera, seperti di layanan addons.opera.com.

Untuk mendapatkan update selanjutnya dari Opera, anda bisa mengunjungi blogs.opera.com sebagai ganti dari blog my.opera.com/chooseopera dan my.opera.com/desktopteam.
Continue Reading

Oct 5, 2013

Mozilla Memasang Flash Player "Shumway" di Firefox

Mozilla Firefox
By Mozilla Foundation [GPL or LGPL], via Wikimedia Commons
Mozilla Firefox lebih senang mengembangkan beberapa plugin (addons) nya sendiri. Seperti PDF Viewer yang digunakan untuk membuka file PDF secara langsung di browser.

Yang terbaru adalah flash/SWF player milik Mozilla yang dinamakan Shumway. Aplikasi open source ini baru saja dipasang di versi terakhir Firefox nightly builds (versi pengembangan).

Proyek Shumway Mozilla dimulai tahun kemarin sebagai aplikasi SWF player yang terdiri dari interpreter JavaScript untuk bytecode ActionScript, Shumway Core yang melakukan parsing format file dan sistem event, serta menggunakan teknologi HTML5 untuk merender secara efisien file SWF. Sekarang Shumway bisa dicoba di versi terakhir Firefox nighly builds (menjelang versi Firefox 27). Mozilla tidak mengaktifkan plugin ini secara langsung tetapi harus diatur terlebih dahulu di menu about:config. Dan saat ini Shumway mampu menjalankan berbagai aplikasi Flash, tetapi tidak untuk aplikasi komersil.
Continue Reading

Sep 20, 2013

Ekstensi Opera: Jogja Streamers Versi 1.3 Diluncurkan

Opera extension Jogja Streamers v1.3

Tanggal 9 September 2013 kemarin, ekstensi untuk browser Opera: Jogja Streamers v1.3 dirilis. Versi 1.3 ini tidak terlalu banyak perubahan dari versi sebelumnya yang dirilis pada 7 Agustus 2012.

Perubahan (minor update) yang ada di versi 1.3:

  • Ekstensi bisa diinstall di Opera versi 15 ke atas.
  • Channel lebih banyak.
  • Daftar channel diurutkan secara alfabet.
Hingga artikel ini ditulis, ekstensi ini sudah didownload sebanyak 784 kali dan mendapatkan 4 rate.

Seperti yang sudah saya tulis di artikel peluncuran versi pertama, ekstensi ini fokus pada shortcut menuju channel radio yang diinginkan.

Bagi yang ingin menginstall ekstensi ini, silakan kunjungi situs Opera Extension: Jogja Streamer v1.3.

Dan bagi yang ingin melaporkan masalah, tuliskan di form reported issues, dan saya ucapkan terima kasih bagi yang telah menginstall dan mendukung pengembangan ekstensi ini. :)

NB: Ekstensi browser Opera Jogja Streamers bukan merupakan aplikasi official dari Jogja Streamers.
Continue Reading

Jul 20, 2013

Tes Kecepatan, Keamanan, dan Performa 4 Browser Populer: Chrome 27, Opera 15, Firefox 22, Internet Explorer 10

Akun kanal Youtube yang bernama Austin Evans baru saja melakukan tes performa 4 browser terpopuler: Chrome 27, Firefox 22, Opera 15 dan Internet Explorer 10.

Tiga hal yang menjadi parameter pengetesan yaitu kecepatan, keamanan, dan performa.

Tes pertama menggunakan tool Peacekeeper. Dengan tool ini untuk sementara pemenangnya adalah browser Opera 15, yang disusul Chrome 27 pada posisi 2 dan pada posisi 3 & 4 adalah Firefox 22 & Internet Explorer 10.

Browser test Peacekeeper

Tes selanjutnya adalah fitur HTML5, menggunakan tool HTML5Test. Kali ini Chrome 27 unggul sebagai pemenang, disusul Opera 15, Firefox 22 dan Internet Explorer 10.

Browser tes HTML5

Dalam penggunaan memori Firefox 22 lebih unggul (pada grafik semakin kecil semakin baik). Internet Explorer 10 masih tetap di posisi paling bawah dengan penggunaan memori yang paling besar.

Browser tes memory

Dengan Octane (tool benchmark Javascript) Opera 15 menjadi yang pertama. Chrome 27, Firefox 22 dan Internet Explorer menyusul.

Browser tes octane

Waktu loading browser juga digunakan dalam pengetesan ini. Untuk pertama kalinya Internet Explorer 10 unggul. Chrome 27 berada di paling bawah.

Browser tes waktu

Tes terakhir menggunakan Browserscope. Chrome 27 menjadi unggulan. Firefox 22 justru berada di paling bawah.

Akan menjadi hal yang menarik apabila tes menggunakan browser Opera versi Presto. Karena dengan begitu persaingan antara 4 browser sekaligus persaingan antar 4 engine browser. Tetapi karena digunakannya Opera 15 persaingan berarti di antara engine Chromium/Blink (Chrome, Opera), Gecko (Firefox) dan Trident (Internet Explorer).

Perlu menjadi catatan spesifikasi komputer yang digunakan Austin Evans: sistem operasi Windows 8 dengan prosesor AMD Athlon X4 750K, RAM 4 GB, Radeon 7770, dan Hard Drive 500 GB.


Continue Reading

Jul 3, 2013

Versi Final Opera 15 Sudah Bisa didownload

Opera logo

Setelah bulan Mei kemarin Opera Software ASA meluncurkan versi Opera Next 15 nya, kali ini Opera 15 versi finalnya sudah dirilis. Untuk mendownload Anda bisa mengunjungi website resmi Opera di Opera.com.

Dari Opera Developer News, Opera 15 menyajikan speed dial, walaupun dari dahulu speed dial sudah tersedia di Opera, namun hasil ekspor bookmark dari Opera versi sebelumnya bisa diimpor menjadi speed dial, dan juga fitur ini bisa di buat sebuah grup (atau speed dial berbentuk folder).

Website resmi Opera

Selain fitur speed dial, Opera 15 juga menyediakan fitur stash, fitur ini bisa diartikan sebagai fitur read leter. Untuk menggunkan stash pengguna cukup klik icon berbentuk hati di bagian paling kanan address bar. Icon kotak-kotak sebelah hati adalah tombol untuk menambah situs yang sedang dibuka ke speed dial.

Karena fitur bookmark sudah dihilangkan dan diganti dengan speed dial, banyak pengguna yang merasa kecewa (komentar-komentar negatif tentang tidak adanya fitur bookmark bisa ditemukan di blog Opera Desktop Team maupun di media sosial). Pihak Opera memutuskan untuk membuat ekstensi sendiri yang disebut Bookmark Manager.

Opera 15 on Windows

Fitur lainnya, di samping tab stash pengguna dapat melihat tab Discover. Fitur ini berisi sebuah portal berita dari berbagai negara dan bahasa, mungkin juga bisa saya sebut seperti portal milik Opera sebelumnya (portal.opera.com).

Fitur seperti Off-road mode (fitur pengganti Opera Turbo), mouse gesture, dan ekstensi (yang bisa kita pakai melalui Opera Addons) juga tersedia. Fitur M2 (email client) di pisah dari Opera 15, dan dapat didownload di Opera Mail.

Fitur untuk developer seperti Web Inspector dan View source juga disediakan. Tetapi sampai saat ini web inspector untuk Opera 15 masih berbasis chromium/blink, pihak pengembang menjanjikan Opera Dragonfly akan dikembangkan kembali. Dan semoga ini terjadi, karena menurut saya Dragonfly lebih powerful dibandingkan web inspector milik Chromium/Blink.
Opera 15 belum tersedia untuk Linux
Kita tunggu saja apa yang akan menjadi inovasi dalam pengembangan Opera selanjutnya.

Sudah mencoba Opera 15? Silakan berkomentar di bawah ini.
Continue Reading

May 28, 2013

Opera Luncurkan Versi Next 15, Versi Awal Non-Presto

Hari ini, melalu blog Opera Desktop Team, tim desktop Opera untuk pertama kali meluncurkan browser desktop barunya. Seperti diketahui desktop ini sudah tidak menggunakan engine Presto lagi.

Versi desktop kali ini disebut versi Opera Next 15 (versi sebelum final). Entah mengapa versi ini tidak disebut dengan versi 13 atau 14, secara versi terakhir presto adalah 12.15.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah pemisahan Email Client M2 Opera menjadi produk tersendiri. Bagi pengguna Linux harus bersabar karena Opera baru menyediakan versi Windows dan Mac.

Opera Next 15


[image source: Opera.com, Opera Desktop Team]
Continue Reading

Mar 26, 2013

Sebelum ke Webkit, Hadir Opera 12.15 Release Candidate

opera desktop team

Setelah lama Opera tidak mengeluarkan update -baik snapshot, release candidate maupun final release-, dan karena dorongan dari pengguna Opera agar sebelum beralih ke Webkit, Opera seharusnya tetap memperhatikan versi Prestonya, pada tanggal 19 dan 22 Maret kemarin tim Desktop Opera merilis versi 12.15 RC (19 Maret) dan 12.15 RC2 (22 Maret).

Walaupun masih RC (release candidate), versi ini cukup menenangkan pengguna setia desktop Opera dan ini seharusnya menjadi keuntungan tersendiri bagi Opera karena tim mereka tetap mempertahankan "nama baik" untuk tidak mencampakkan pengguna browser desktop Opera selama ini.

So, untuk melihat perkembangan versi ini lihat di:
http://my.opera.com/desktopteam/blog/2013/03/19/opera-12-15-rc
http://my.opera.com/desktopteam/blog/2013/03/22/opera-12-15-rc2

Opera 12.15 RC





Continue Reading

Feb 27, 2013

Quo Vadis Opera, dari Presto Menuju Webkit

opera logo

Sebagai pengguna Opera yang memang sudah nyaman dengan fitur-fitur dan performa yang dimiliki, saya memang selalu up to date dengan berita perkembangan browser dengan logo "O" merah ini.
Berita terakhir dari Opera Software ASA memutuskan untuk mengganti engine Presto browser Operanya  dengan engine Webkit (engine yang dikembangkan oleh Apple). Sudah 7 tahun ini Opera mampu menjadi browser "trendsetter" dengan Prestonya, tetapi demi inovasi, Opera memutuskan untuk menanggalkannya tahun ini.

Keputusan untuk menanggalkan Presto dan menggantinya menjadi Webkit sepertinya merupakan keputusan yang berat bagi Opera. Selain banyak sekali keluhan dari para penggunanya yang menganggap Opera akan menjadi Chromium layaknya browser Google Chrome dan di internal perusahaan pun 91 pegawainya memutuskan "hengkang" dari perusahaan tersebut.

Sebenarnya Opera bermaksud baik dengan keputusan ini. Mereka beralasan dengan digantinya engine Presto menjadi Webkit, mereka bisa fokus dengan fitur dan inovasi bukan justru sibuk untuk membenahi bug pada engine core nya, yaitu Presto. Yah .. memang menjadi dilema tersendiri bagi Opera, memilih untuk tetap menggunakan Presto tapi disibukkan dengan bugnya, atau menggantinya demi inovasi tetapi menjadi keputusan yang sangat kontroversial.

Terkait ini, pihak Mozilla berujar bahwa Opera akan mempersulit Mozilla dalam perang browser. Berbanding terbalik dengan itu, Mozilla tegas untuk tidak mengikuti "pesta Webkit". Selama ini Mozilla independen terkait dengan pemanfaatan engine browser, seperti yang dikatakan CTO Mozilla Brendan Eich, "There’s not just one WebKit. Web Developers dealing with Android 2.3 have learned this the hard way" (Tidak hanya satu, Webkit. Pengembang web yang berurusan dengan Android 2.3 telah mempelajari hal ini dengan keras).

Keputusan Opera ini benar terjadi sesuai prediksi saya. Sebelum memutuskan menggunakan Webkit pada engine browser desktopnya, Opera sudah meluncurkan browser untuk smartphone Android: Opera Ice, dengan begitu (saat itu) tinggal tunggu waktu saja Opera juga akan mengganti versi desktopnya.

Fitur Opera Presto

Opera dengan Prestonya selama ini mampu menjadi trendsetter bagi browser-browser lain. Fitur-fitur yang saya maksud adalah tab browser, speed dial, pop-up blocker, browser session, dan delete private data. Seperti yang kita tahu sekarang hampir semua browser sudah memiliki fitur-fitur tersebut. Fitur-fitur lain yang membuat nyaman saya sebagai pengguna adalah mouse gesture, note, dan menu-menu pada sidebar.

mutlitorg opera

Diakui pada versi desktop, Opera masih memiliki marketshare yang rendah dibanding browser lain. Tapi juga jangan lupakan bahwa Facebook ingin membeli Opera dan Opera unggul pada versi mobile nya, seperti Opera mini.

Sebagai pengguna, sebelum keputusan untuk mengganti Presto menjadi Webkit, saya berharap Opera tetap mempertahankan Prestonya, dan saya setuju dengan sebuah tulisan di blog bahwa "Opera memilih untuk memperlebar pasar, tapi justru menghilangkan keragaman di dunia browser." Saya harap Opera hanya mengganti engine nya tanpa mengubah fitur-fitur, theme/skin, dan layoutnya, karena jika menggunakan Chromium, apa bedanya dengan Google Chrome dan sejenisnya?
Continue Reading

Nov 1, 2012

Infografik: Fans Opera Mencapai 2 Juta

Hari ini (1/11/12) Opera merilis infografik mengenai fans Opera yang sudah mencapai 2000000 (2 juta).

Mengejutkan, Indonesia bisa dikatakan fans Opera yang cukup besar. Ini dibuktikan dari data yang dirilis Opera, bahwa fans Opera dari Indonesia sebanyak 210.390 nomor 2 terbesar setelah India (sebanyak 407.746).

Bahasa Indonesia pun digunakan sebanyak 207.553 nomor 2 terbesar setelah bahasa Inggris Amerika (997.690). Jakarta juga masuk dalam kota yang populer di fanpage Opera.

Laki-laki yang berinteraksi di fanpage Opera menjadi mayoritas sebanyak 80% mengalahkan pengguna perempuan sebanyak 20%.
infografik opera fans

Continue Reading

Jan 23, 2012

Tool Back Up Opera: Stu's Opera Settings Import and Export

Browser Opera menawarkan fasilitas Opera Link(dimulai versi beta pada tahun 2007). Kita bisa mengakses kembali History, Note, Speed Dial, Password dsb dengan syarat harus adanya koneksi internet. Mungkin bagi sebagian orang yang tidak selalu terkoneksi internet ini akan menyusahkan.

opera backup osie

Tapi setelah saya searching,saya menemukan tool menarik bagi pemakai browser Opera: Stu's OSIE (Stu's Opera Setting Import and Export). Kita bisa mem-backup Opera -secara offline- dengan tool ini. Bentuk file yang diperoleh dari pem-backup-an yaitu compressed file tar.gz.

opera backup osie

Keuntungan menggunakan tool ini: kita tidak perlu repot mencari file yang perlu di backup. Secara otomatis OSIE akan mendeteksi lokasi file-file melalui path Opera Setting yang dimasukkan di awal tampilan setelah pemilihan export(lihat screen shot di atas). Saat artikel ini ditulis Opera Settings terletak di path C:\Documents and Settings\USER\Application Data\Opera\Opera (khusus Windows). Tetapi bila tidak yakin letak lokasi Opera Settings, kita bisa browse letak masing-masing file secara manual.

opera backup osie

Untuk menggunakan file tar.gz, kita dengan mudah memilih opsi Import pada tampilan awal (lihat screenshot pertama).

Versi sekarang : 0.993
Download link atau di Link ini.
Continue Reading

Tentang Kami

www.Rafeyu.info lebih banyak membahas tentang dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi. Baca lebih banyak


Didukung:

Komentar Terakhir

Seputar Linux

Distributed By Free Blogger Templates | Designed By Seo Blogger Templates