Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Jan 23, 2012

Keajaiban Al Qur'an

Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.


Subhanallah, memang hebat kitab Al Qur'an itu segala macam pengetahuan dapat ditemukan disini. Mulai dari kelahiran manusia hingga saat kiamat terjadi dideskripsikan Al Qur'an dengan sangat baik, tentunya didukung dengan kitab tafsir.

Untuk itu, bagi Muslimin yang haus akan ilmu silakan dapat download file artikel Keajaiban AlQur'an di sini. Atau dapat dilihat di versi onlinenya.


Semoga bermanfaat!
Continue Reading

Arti Font Islami di Microsoft Word

Salam sohb!

Di postingan sebelumnya : Menulis Font Islami di Microsoft Word, saya menjanjikan akan memberikan arti dari setiap font tersebut.

Sebelumnya download file font terlebih dahulu Font Islamic.rar - 49 KB.

Karena beberapa font mempunyai arti yang sama maka saya hanya mencantumkan satu dari setiap font dengan arti yang sama.


font islami

Silakan download file arti dari setiap font Islami di sini.

File rusak / hilang silakan hubungi saya melalui comment di bawah ini.
Continue Reading

Aug 12, 2011

Ramadhan, Jangan Acting ! (2)

tv islami islamic
Berawal dari acting di bulan Ramadhan pada perilaku pribadi. (baca: Ramadhan, Jangan Acting !). Setelah diteliti, stasiun televisi juga memberikan kontribusi dalam hal (perilaku acting) ini.

Penelitian ini dilakukan oleh UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Banyak acara (bahkan mungkin semua) mendadak 'Islami', Ramadhan-teinment istilahnya. Di sini program acaranya didominasi oleh sinetron.

ProgramJumlahDurasi (jam)
Sinetron/FTV/Sinema2931.16
Infoteinment1511
Pengajian137.6
Komedi1013.5
Reality show108
Feature84
Musik58
Talk Show11.5


Semua program acara tersebut di kemas secara 'Islami'. Yang perempuan ber-kerudung (tapi bukan ber-jilbab). Tapi kok masih ada juga kegiatan pacaran dan campur baur lelaki perempuan. Miris ..

Setelah Ramadhan berlalu, apa masih ada program acara yang benar-benar Islami?

Sekali lagi saya katakan itu hanya acting, baik Islamnya hanya pas bulan Ramadhan.


Sumber data: Pusat Komunikasi dan Studi UMY (KR, 10 Agustus 2011)
Continue Reading

Aug 2, 2011

Ramadhan, Jangan Acting !

ramadhan mubarak
Assalamu'alaikum, salam Ramadhan sohb! Marhaban ya Ramadhan.

Sedikit sharing mengenai bulan puasa, bulan Ramadhan. Belum lama ini saya membaca postingan di Facebook teman saya yang berupa komik. Menarik memang, sebuah komik yang menceritakan tentang bulan puasa (bulan Ramadhan) dimana setiap muslim melakukan puasa Ramadhan, menghindari berbagai maksiat yang dapat mengurangi pahala bahkan membatalkan puasanya. Tetapi pasca Ramadhan amalan-amalan rutin yang biasanya dilakukan saat bulan Ramadhan luntur begitu saja, sampai-sampai maksiat dilakukkan lagi. Padahal Allah ta'ala berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (Al Baqarah 183)

Kata Imam Al Baghawi tentang taqwa “Maksudnya, mudah-mudahan kalian bertaqwa karena sebab puasa. Karena puasa adalah wasilah menuju taqwa. Sebab puasa dapat menundukkan nafsu dan mengalahkan syahwat."

Tetapi sebagian muslim, seolah-olah (teranggap) bulan Ramadhan hanya sebagai tempat shooting, dan hanya untuk acting. Tidak salah bila kita renungkan.

komik ramadhan

Maka dari itu, semoga kita terhindar dari acting di bulan Ramadhan ini. Ramadhan-pasca Ramadhan tetap lanjut sholeh-sholehahnya. aamiin.

Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185)

Baca: Ramadhan, Jangan Acting ! (bagian 2)
Continue Reading

Jun 30, 2011

Katakan Tidak pada Murid !

murid meja kursi

Ulasan menarik dari seorang ustadz mengenai istilah 'murid' itu sendiri (lepas dari mengritik Kamus Besar Bahasa Indonesia -KBBI). Mungkinkah kita selama ini memang salah dengan memberikan kata 'murid' kepada diri kita dari sekolah sampai sekarang?

Dalam KBBI, 'murid' adalah orang (anak) yg sedang berguru (belajar, bersekolah). Sebagai seorang 'murid' kita dituntut untuk bisa, pintar, bahkan cerdas. Dilarang bolos! Dilarang ngeyel! Dilarang tidak nurut sekolah! Pokoknya harus patuh! Heh?

Sebaliknya, dalam bahasa Arab "murid" berarti orang yang menghendaki (untuk melakukan sesuatu) alias menuruti hawa nafsu sendiri, tidak boleh ada yang mengaturnya, tidak boleh ada memerintahnya bahkan perintah untuk baik sekalipun.

".. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. .. " (An Nisa 135)

Perintah sudah jelas, larangan kepada kita sebagai seorang muslim untuk tidak mengikuti hawa nafsu demi kesenangan semata.

Lawan kata dari 'murid' adalah 'murad' yang berarti orang yang dikehendaki (untuk baik). Yang dimaksud disni adalah orang yang mau diperintah dan mau tunduk kepada aturan yang memang baik dan syar'i. Baik yang mutlak, bukan baik yang relatif.

Bagi setiap orang 'baik' itu relatif, sedangkan baik yang syar'i tentu baik bagi semua orang alias baik mutlak.

Secara umum dapat saya contohkan perbedaan antara 'murad' dan 'murid' dengan ibadah puasa. Saat berpuasa, kita menghendaki makan dan minum untuk menghilangkan lapar dan haus, tetapi kita dikehendaki untuk menahan keinginan untuk makan dan minum. Kita menghendaki untuk mengumbar mata (pandangan) kemana-kemana, tetapi kita dikehendaki Allah untuk menahan pandangan dari hal-hal yang belum halal.

Sebagai 'Murid', dia diajar untuk menjadi jahil . Tidak taat. Seenaknya sendiri. Dia tidak mendapat keuntungan dunia dan juga tidak mendapat keuntungan akhirat.

Terdapat kisah seorang pemuda yang ingin masuk Islam dan berniat untuk menemui Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam. Di tengah perjalanannya dia dihentikan oleh Abu Sufyan (saat masih kafir), dia akan menghadiahkan unta kepada pemuda itu dengan syarat pemuda itu harus kembali kerumahnya (tidak menemui Rasulullah). Unta pun dipilihnya, saat perjalan pulang ke rumahnya ia mengalami kecelakaan, tulang lehernya patah, dan seketika dia pun meninggal. naudzubillah .. Betapa jahilnya pemuda itu, demi mendapatkan harta dunia, ia mengorbankan keuntungan akhirat, tetapi di akhir hayatnya justru tidak mendapatkan kedua-duanya.

Ber-silaturahim sekedarnya saja dengan orang-orang seperti itu tapi jangan larut dan melebur.

.. Musa berkata "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil." (Al Baqarah 67)

".. sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil." (Al An'am 35)

Sebagai seorang 'Murad', dia diatur oleh ketaatan pada Allah (Al Qur'an, sunnah), aqidah-ibadah-muamalah yang benar akan mendominasi setiap perilakunya, dan segala yang didasari atas ketaatan pada Allah akan menjadikannya cerdas.

Bagi orang yang cerdas dia akan selalu melakukan sesuatu yang berorientasi akhirat. Segala bentuk kejadian di dunia ini justru menambah keimanannya, mulai dari daun yang sudah layu kemudian jatuh ke tanah, semut yang beriring-iringan mencari makanan, lebah yang mencari madu, menyadarkannya bahwa Allah yang berkehendak dan Maha Mengetahui hal-hal tersebut. Jika dia renungkan terus kejadian tersebut maka sikap muraqabah -merasa selalu di awasi Allah- akan muncul di hatinya. Saat sholat, ihsan 'menggerogoti' hatinya.

Maka, bersediakah kita menjadi seorang Murad?
Continue Reading

May 26, 2011

Menulis Font Islami di Microsoft Word

font islamPernah baca majalah Islami? Pernah lihat tulisan subhana wata'ala, azza wa jalla, radhiallahu'anhum, radhiallahu'anha/i dsb dalam tulisan arab?

Nah .. mungkin teman-teman penasaran mengapa bisa menulis tulisan ini. Setelah saya cari-cari informasi ternyata ada font tersendiri untuk menulis ini yaitu Islamic Font atau Islamic Logo. Judul tidak terlalu sesuai lho, tidak hanya di Microsoft Word Font ini bisa dipakai di software yang lain, silakan dicoba sendiri.

islamic font

Download Font di Font Islamic.rar - 49 KB
InsyaAllah akan saya terangkan setiap kalimat di postingan berikutnya (baca: Arti Font Islami di Microsoft Word)

File rusak / hilang silakan hubungi saya melalui comment di bawah ini.

Semoga bermanfaat!
Continue Reading

Jan 11, 2011

Marah Tanda Tak Taqwa

islam


"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Ali Imran: 133-134)

Apa nih maksudnya?

Maksudnya ialah seorang yang bertaqwa seharusnya tidak mudah marah alias kalau seorang mutaqin marah maka ia harus bisa menahan, meredam, & menhilangkan amarah itu.

Kata pak Ustadz, "Segala tindakan pasti ada keputusan terlebih dahulu. Tetapi apakah keputusan akan selalu diikuti oleh tindakan?" kata beliau, "belum tentu". TYentunya harus ada pancinga terlebih dahulu, contoh simpelnya seperti ini : kita mempunyai keputusan (keinginan) untuk mencari makan tapi kita tidak mungkin bergerak bila memang belum merasa lapar. Lapar inilah pancingan untuk mencari makanan itu (tindakan). Bila kita sangkut pautkan dengan marah, tentunya harus ada sebab (pancingan) sehingga timbulah amarah itu.

Marah juga dapat disebut emosi negatif. Ada beberapa cara untuk menahan, meredam, menghilangkan emosi (marah) dan menghindari penyebab timbulnya emosi (marah) :

1. mengubah persepsi hidup
2. fokus pada hal-hal yang bagi kita dapat mensyukuri nikmat Allah
3. sabar
4. pandai-pandai menyikapi hasil
5. mengoptimalkan fisiologi tubuh (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun pernah bersabda, "apabila salah seorang di antara kamu marah sedang dia berdiri maka hendaklah dia duduk dan jika belum reda hendaklan dia berbaring".)
6. menetapkan tujuan-tujuan yang baik bukan yang justru menambah amarah.

Begitu sohb, semoga artikel ini bermanfaat!
Continue Reading

Dec 6, 2010

Tahun Baru Hijriyah, Siap Berubah?

islam


"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung " (QS Al Hasyr : 9)

Ayat ini membawa kita kembali ke zaman saat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam hijrah dari Mekkah al Mukarromah ke Madinah al Munawarroh. Di saat kaum muhajirin disambut kaum Anshar bak saudara sendiri yang pergi kemudian pulang ke kampung halaman.

Subhanallah ... persaudaraan yang berlandas iman mampu mengeratkan jasad muslim mereka,

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi, dan bantu membantu diantara sesamanya laksana sebuah jasad. Apabila salah satu bagiannya sakit, yang lain tiada bisa tidur di malam hari, dan menggigil demam. (HR Muslim)

Inilah peristiwa yang menjadi tonggak bersejarah bagi kaum muslimin, dimana tahun hijriah -tahun para muslimin- dimulai.

Sudah 1432 tahun berlalu sejak Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melakukan hijrahnya bersama kaum muslimin, tetapi sudahkah kita memberikan kontribusi berarti bagi agama kita ini (Islam) ?

Sebelumnya, yuuk kita cek lagi sejarah Islam dimana Saad bin Abi Waqash dengan anak panahnya berhasil mengusir kaum yang kufar saat perang Uhud. Di abad pertengahan, dimana Ibnu Sina berhasil disebut Bapak Pengobatan Modern dan Al Khwarizmi menciptakan Aljabar.. (dsb). Mm ... sehingga saya pun tertarik dengan salah satu kutipan dari GueNeverDie nya Ustadz Salim, "Umat muslim mengalami kemunduran setelah meninggalkan Al-Qur'an." Kutipan ini benarlah adanya, akhir-akhir ini umat muslim cenderung leleh luweh (acuh tak acuh) dengan keIslamannya (tidak semua sih, tapi mayoritas lho .. :) ). Bagi yang ingin contoh konkritnya banyak umat muslim yang masih STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan). Nah lho .. contoh ini sudah dapat mewakili dari sekian banyak contoh, mungkin lebih parahnya ada orang mengaku Islam tapi tidak sholat alias Islam KTP ! Padahal apa firman Allah SWT dalam Al-Qur'an?

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'" (QS Al Baqarah : 43)

"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." (QS Al Baqarah : 110)
(Cari sendiri deh di Al-Qur'an, banyak kok :D )

Siap mendirikan sholat?

Perbaikan kualitas diri -seperti yang sudah saya kemukakan di atas- tentunya dapat mendorong peningkatan kualitas diri di bidang lainnya,

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar Ra'd : 11)

Tahun baru hijriyah -1 Muharram 1432 H- ini jangan dijadikan sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai umat muslim yang baik seharusnya kita menjadikan momen ini sebagai tonggak untuk selalu memperbaiki diri.

Eratkan ukhuwah (persaudaraan), tingkatkan iman, perbaiki kualitas diri, dan siap untuk menjadi umat muslim yang cemerlang !

-ramdzi
Continue Reading

Dec 2, 2010

Ibnu Sina, Si Bapak Pengobatan Modern

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/980M. Beliau lahir di Afsyahnah daerah dekat Bukhara yang sekarang termasuk daerah Uzbekistan. Beliau yang bernama lengkap Abu Ali al-Husayn bin ‘Abdullah bin Sina adalah anak dari ayah dan ibu yang bernama Ismaili dan Afshana. Di dunia barat Ibnu Sina dikenal sebagai Avicenna, seorang filsuf, ilmuwan dan juga dokter kelahiran persia.
 
Masa kecil beliau dididik dan di bimbing oleh Abu Abdullah Natili. Beliau mulai belajar pada usia 5 tahun. Pada usia 10 tahun beliau sudah dapat menghafal Al-Qur’an serta tafsir, fiqh, ushuluddin, dan tasawuf pun dapat dikuasainya. Hingga usia 18 tahun Ibnu Sina telah memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan dan menulis karya pertamanya, yaitu “Al-Majmu”, di Kawarazm saat usia 21 tahun.


Islam


Satu tahun setelah penulisan karya pertamanya, ayahnya meninggal dunia, tetapi Ibnu Sina tidak larut dalam kesedihan sehingga beliau tetap belajar dan mendalami ilmu-ilmu yang ada. Dalam mendalami ilmunya beliau mengaku telah membaca kitab metafisika yang ditulis oleh Aristoteles sebanyak 40 kali.

Ibnu Sina mempunyai banyak jasa dan masukkan dalam berbagai ilmu diantaranya dalam ilmu geografi Ibnu Sina menerangkan bahwa gunung-gunung yang memang letaknya tinggi yaitu lingkungan maupun lapisannya dari kulit bumi, maka apabila ia di terjang lalu berganti rupa dikarenakan oleh sungai-sungai yang meruntuhkan pinggiran-pinggirannya. Akibat proses seperti ini, maka terjadi apa yang disebut sebagai lembah-lembah. Beliau juga menyatakan bahwasungai-sungai berhubungan dan berasal dari gunung-gunung dan lembah-lembah. Dalam ilmu kedokteran Ibnu Sina membahas pengobatan patah tulang secara detail. Mulai dari penyebab, jenis-jenisnya, bentuk-bentuk patah tulang, metode perawatan, dan komplikasi.

Sebagai doktor Ibnu Sina pernah menyandang gelar Medicorum Principal (Raja Diraja Doktor) dan juga raja obat. Beliau juga disebut “Zenith” yang artinya puncak tertinggi dalam ilmu kedokteran.

Empat ratus lima puluh buku filosofi dan kedokteran telah dihasilkan oleh Ibnu Sina. 250 karya beliau masih kekal hingga hari ini termasuk 116 karya. Dari beberapa karya Ibnu Sina, karya yang terkenal adalah Qanun fi Thib yang diterjemahkan dalam The Book of Healing dan The Canon of Medicine. Qanun fit Thib telah menegaskan mengenai penyakit saraf dan cara pembedahan. Pengaruh Qanun fit Thib dalam ilmu perobatan di Eropa pada zaman Renaissance dan telah menjadi buku rujukan utama di Universitas Eropa hingga abad ke 17. Dalam buku The Canon of Madicine nya diterangkan bahwa darah mengalir terus menerus dalam suatu lingkaran dan tak pernah berhenti.

Di bulan Ramadhan 428 H atau Juni 1037 M Ibnu Sina meninggal saat usia 58 tahun di Hamadan akibat sakit maag kronis. Beliau meninggal pada saatmengajar di suatu sekolah. Dalam peringatan 1000 tahu kelahiran beliau, tahun 1955 di Teheran (Iran), Ibnu Sina dinobatkan sebagai “Father of Doctor”.


(Ramdzi dari berbagai sumber)
Continue Reading

Sep 16, 2010

Siwak, Bukan Sikat Gigi Biasa



Mau gosok gigi? Ah, tentu mudah menemukan berbagai merk sikat dan pasta giginya. Tapi pernahkah kamu menggosok gigi dengan kayu siwak?

Beratus tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW telah mencanangkan program kebersihan dan kesehatan gigi. Jauh sebelum para dokter gigi berkampanye tentang hal tersebut. Nah, alat yang beliau gunakan untuk menggosok gigi adalah kayu siwak. Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, "Kalau seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setia akan sholat."

Beliau SAW sendiri terbiasa bersiwak, sebelum masuk kedalam rumahnya, menemui istri-istrinya. Apa yang terbiasa dilakukan oleh Nabi SAW pasti sesuatu yang istimewa.

Kayu siwak yang digunakan sebagai pembersih gigi adalah ranting kayu dari pohon Arak yang punya nama latin Salvadora persica. Pohon ini hanya bisa tumbuh di daerah Asia Tengah dan Afrika. Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak ini tadi. Besarnya bervariasi, dari yang berdiameter 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar denga batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.

Apa manfaatnya?
Meski sudah digunakan sejak lama, siwak tetap layak dipakai hingga hari ini. Karena siwak lebih dari sekadar sikat gigi biasa. Diantaranya, siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Batang siwak memiliki serat yang elastis dan tidak merusak gigi walau ditekan keras. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi. Penelitian terkini terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak pun memiliki kandungan Antibacterial acids,baik astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Ada juga kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Flouride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi. Masih ada minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tidak sedap. Demikian pula ada zat anti pembusukan, yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak turut merangsang produksi saliva (air liur), dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut. Masya Allah, luar biasa! :D

Elfata 09/10
Continue Reading

Jul 14, 2010

Hukum Mencabut Uban


Saya me re-write artikel ini dari rumaysho.com karena prihatin dengan para orang tua yang dengan alasan gatal ingin mencabut ubannya.



Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu 'ala Rosulillah wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Sangat wajar jika seseorang menginjak usia senja, muncul pada kepala, wajah atau jenggotnya rambut putih, alias uban. Itulah fase kehidupan yang akan dilewati oleh setiap insan sebagaimana firman Allah Ta'ala,


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ


"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar Ruum: 54)


Kadangkala memang kita ingin menghilangkannya, mencabutnya, atau mengganti warnanya dengan warna lain. Namun alangkah bagusnya jika setiap tindak-tanduk kita didasari dengan ilmu agar kita tidak sampai terjerumus dalam kesalahan dan dosa. Sebuah petuah bagus dari Mu'adz bin Jabal yang harus senantiasa kita ingat:


العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ


"Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan berada di belakang ilmu." (Al Amru bil Ma'ruf wan Nahyu 'anil Mungkar, Ahmad bin 'Abdul Halim Al Haroni, hal. 15)


Jadi dalam masalah uban ini, marilah kita ikuti petunjuk syari'at Islam yang suci nan sempurna. Dengan mengikuti petunjuk inilah seseorang akan menuai kebahagiaan. Sebaliknya, jika enggan mengikutinya, hanya mau memperturutkan hawa nafsu semata dan menuruti perkataan manusia yang mencocoki hawa nafsu tanpa ada dasar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, niscaya orang seperti ini akan binasa.


Allah Ta'ala berfirman,


وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِين


"Berpegangteguhlah dengan ajaranku dan sunnah khulafa'ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah ajaran tersebut dengan gigi geraham kalian." (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadits ini hasan shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)


Salah seorang khulafa'ur rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu mengatakan,


لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْ


"Aku tidaklah biarkan satupun yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang." (HR. Bukhari dan Muslim)


Ulama yang sudah tersohor namanya di tengah-tengah kita, yakni Imam Syafi'i mengatakan,


أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لم يحل له أن يدعها لقول أحد


"Kaum muslimin sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya." (Madarijus Salikin, 2/335, Darul Kutub Al 'Arobi. Lihat juga Al Haditsu Hujjatun bi Nafsihi fil 'Aqoid wal Ahkam, Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 79, Asy Syamilah)


Uban adalah Cahaya Bagi Seorang Mukmin


Al Baihaqi membawakan sebuah pasal dengan judul "larangan mencabut uban". Lalu di dalamnya beliau membawakan hadits dari 'Abdullah bin 'Umar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة


"Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban -walaupun sehelai- dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya." (HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shogir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah -yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban- dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan "Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia." Lalu Ibnu Hibban membawakan hadits berikut.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة


"Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat." (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)


Uban Tidak Boleh Dicabut


Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ


"Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti." (HR. Abu Daud dan An Nasa'i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Hukuman bagi orang yang mencabut ubannya adalah kehilangan cahaya pada hari kiamat nanti. Dari Fudholah bin 'Ubaid, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ نُورًا لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَ ذَلِكَ فَإِنَّ رِجَالًا يَنْتِفُونَ الشَّيْبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَنْتِفْ نُورَهُ


"Barangsiapa memiliki uban di jalan Allah walaupun hanya sehelai, maka uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat." Kemudian ada seseorang yang berkata ketika disebutkan hal ini: "Orang-orang pada mencabut ubannya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda, "Siapa saja yang ingin, silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat)." (HR. Al Bazzar, At Thabrani dalam Al Kabir dan Al Awsath dari riwayat Ibnu Luhai'ah, namun perowi lainnya tsiqoh -terpercaya-. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa saja yang ingin, maka silakan dia memotong cahaya (baginya di hari kiamat)"; tidak menunjukkan bolehnya mencabut uban, namun bermakna ancaman.


Rambut uban mana yang dilarang dicabut?


Larangan mencabut uban mencakup uban yang berada di kumis, jenggot, alis, dan kepala. (Al Jami' Li Ahkami Ash Shalat, Muhammad 'Abdul Lathif 'Uwaidah, 1/218, Asy Syamilah)


Apa hukum mencabut uban apakah haram ataukah makruh?


Para ulama Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa mencabut uban adalah makruh.


Abu Dzakaria Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah mengatakan, "Mencabut ubat dimakruhkan berdasarkan hadits dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya. ... Para ulama Syafi'iyah mengatakan bahwa mencabut uban adalah makruh dan hal ini ditegaskan oleh Al Ghozali sebagaimana penjelasan yang telah lewat. Al Baghowi dan selainnya mengatakan bahwa seandainya mau dikatakan haram karena adanya larangan tegas mengenai hal ini, maka ini juga benar dan tidak mustahil. Dan tidak ada bedanya antara mencabut uban yang ada di jenggot dan kepala (yaitu sama-sama terlarang). (Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab, 1/292-293, Mawqi' Ya'sub)


Namun jika uban tersebut terdapat di jenggot atau pada rambut yang tumbuh di wajah, maka hukumnya jelas haram karena perbuatan tersebut termasuk an namsh yang dilaknat.


Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,


لعن الله الربا و آكله و موكله و كاتبه و شاهده و هم يعلمون و الواصلة و المستوصلة و الواشمة و المستوشمة و النامصة و المتنمصة


"Allah melaknat riba, pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkannya (nasabah), orang yang mencatatnya (sekretaris) dan yang menjadi saksi dalam keadaan mereka mengetahui (bahwa itu riba). Allah juga melaknat orang yang menyambung rambut dan yang meminta disambungkan rambut, orang yang mentato dan yang meminta ditato, begitu pula orang yang mencabut rambut pada wajah dan yang meminta dicabut." (Diriwayatkan dalam Musnad Ar Robi' bin Habib. Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah mengatakan, "Adapun mencabut uban dari jenggot atau uban dari rambut yang tumbuh di wajah, maka perbuatan seperti ini diharamkan karena termasuk an namsh. An namsh adalah mencabut rambut yang tumbuh di wajah dan jenggot. Padahal terdapat hadits yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang melakukan an namsh." (Majmu' Fatawa wa Rosa'il Ibnu 'Utsaimin, 11/80, Asy Syamilah)


Kesimpulan


Hukum mencabut uban dapat dikatakan haram karena ada dalil tegas mengenai hal ini, sedangkan mayoritas ulama mengatakan hukumnya adalah makruh. Namun sebagai seorang muslim yang ingin selalu mengikuti petunjuk Nabinya shallallahu 'alaihi wa sallam dan agar tidak kehilangan cahaya di hari kiamat kelak, maka seharusnya seorang muslim membiarkan ubannya (tidak perlu dicabut). Dengan inilah dia akan mendapat tiga keutamaan: [1] Allah akan mencatatnya kebaikan, [2] dan menghapuskan kesalahan serta [3] akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia. Namun, jika uban tersebut berada pada jenggot atau rambut yang tumbuh di wajah, maka ini jelas haramnya. Wallahu a'lam.


Sumber: Rumaysho.com

Continue Reading

Jun 18, 2010

Manusia Pembelajar Karakteristik Orang Mukmin

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS Al Israa' : 36)


Penciptaan manusia yang sempurna


Manusia diciptakan Allah SWT dari intisari tanah menjadi nutfah (air mani). Nutfah itu berubah menjadi 'alaqah (segumpal darah). Kemudian segumpal darah itu menjadi mudhghah (segumpal daging kasar). Lalu segumpal daging itu menjadi 'idzama (tulang belulang). Selanjutnya tulang belulang itu dibungkus dengan lahma (daging halus). Lalu menjelmalah dia menjadi bentuk manusia yang berbeda (khalqan akhar) dari rangkaian proses itu.


bayi"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS Al Mu'minun : 12-14).


Itulah fase pembentukan jasmani manusia. Manusia memiliki unsur lahiriyah yaiut unsur jasad dengan segala perangkatnya. Selain unsur jasmani, manusia juga diciptakan dengan unsur ruh. Ia ditiupkan ketika calon manusia berumur 120 hari dalam kandungan.


Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalian disempurnakan penciptaannya dalam perut ibu kalian selama 40 hari berupa nuthfah, kemudian 40 hari berupa 'alaqah dan 40 hari lagi berupa mudhghah. kemudian diutus malaikat untuk meniupkan ruh di dalamnta ... " (HR Bukhari dan Muslim).


Setelah itu Allah SWT membekali manusia dengan fitrah untuk mengakui dan mengimani keberadaan Allah SWT.


"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." ..." (QS Al A'raf : 172)


Kini siaplah calon manusia untuk dilahirkan di dunia. Kurang lebih sembilan bulan sepuluh hari, lahirlah anak manusia setelah melalui proses yang berliku-liku. Saat lahir, Allah SWT membekalinya dengan indra pendengaran, penglihatan, dan hati.


"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (QS An Nahl : 78)


Sempurnaah sudah unsur pembentuk manusia yaitu jasmani, ruh, fitrah, dan indra. Bekal selengkap itu tidak dimiliki oleh makhluq selain manusia, bahkan jin dan malaikat sekalipun.


"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ." (QS At Tiin : 4)


Oleh karena itulah manusia mendapat tugas berat dari Allah SWT, menjadi khalifah (wakil Allah SWT) di bumi. Tugas itu tidak diberikan kepada makhluq lain.


Manusia harus menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohaninya, yang merupakan unsur pembentuk dirinya. Manusia harus memenuhi tuntutan fitrah berupa pengakuana dan kebutuhan kepada Rabb semesta alam.


Ilmu adalah eksistensi


Pendengaran, penglihatan dan hati merupakan unsur yang menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan ruhani sekaligus menyeimbangkan akeduanya dengan tuntutan fitrahnya. Namun indra ini memerlukan bekal vital untuk memberikan kontribusi yang seimbang bagi jasmani, ruhani dan fitrah manusia yakni ilmu.


"Barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia, harus dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan kehidupan akhirat, harus dengan ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan akhirat, haris dengan ilmu juga" (Al Hadits)



Dan bukankah ilmulah yang membuat manusia eksis?



Tanpa ilmu mustahil manusia akan mampu mengemban tugasnya sebagai khalifatullah fil ardh.


Sabda nabi SAW, "Tidak harmonisnya persoalan-persoalan ini pertanda hancurnya dunia. Dan makhluq tidak dibiarkan hancur, sebab setelah Nabi Muhammad tidak ada tidak ada nabi lagi. Maka untuk merawatnya diperlukan ilmu pengetahuan." (Bukhari)


Hancurnya alam semesta -sebagai bukti manusia tak mampu mengemban tugas sebagai khalifah- terjadi bila ilmu sudah dicabut dari manusia.


Rasulullah SAW bersabda, "Diantara syarat datangnya kiamat adalah diangkatnya ilmu dan dimantapkannya kebodohan." (Bukhari)


Ilmu merupakan bekal yang sangat penting bagi manusia. Ilmu akan mengarahkan indra manusia untuk melakukan pekerjaan yang mampu memberikan keseimbangan bagi jasmani, ruhani dan fitrah dirinya.


Mu'adz bin Jabal r.a berkata, "Belajarlah olehmu ilmu pengetahuan! Sebab, mempelajarinya karena khas-yah (takut kepada Allah) merupakan ibadah, mempelajarinya berarti tasbih, membahasnya berarti Jihad, mengajarkannya berarti shadaqoh, dan mencurahkan kepada ahlinya berarti qurban (mendekatkan diri kepada Allah). Ilmu adalah teman dalam kesendirian, dalil bagi agama dan penolong dalam suka dan duka. Ia adalah sahabat karib di kala sepi, teman yang paling baik dan paling dekat serta cahaya jalan menuju surga. Dengan ilmu Allah akan mengangkat martabat umat, lalu dijadikanNya mereka pemimpin dalam kebaikan."


Orang-orang beriman adalah manusia pembelajar


bukuMenuntut ilmu adalah "jiwa" bagi mukminin baik lelaki atau perempuan.


Rasulullah SAW telah bersabda, "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim baik lelaki maupun wanita." (Al Hadits)


Salah satu pesan Rasulullah SAW ketika belia melakukan haji wada' adalah, "Rebutlah ilmui sebelum ia dicabut atau sebelum ia diangkat!"


Rasulullah SAW telah berpesan, "Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga sampai liang lahat" (Al Hadits)


Seorang bertanya pada Ibnul Mubarak, "Sampai kapan kamu menuntut ilmu?" Jawab beliau, "Sampai mati, Insya Allah!".


Abu Amr Bin Al Ala ditanya, "Sampai kapan seseorang baik untuk belajar?" Jawab beliau, "Selama hidupnya!"


Ilmu hanya bisa diperoleh dengan belajar (menuntut ilmu). Islam telah menjadikan belajar merupakan tradisi seumur hidup Kaum Muslimin. Jadi manusia pembelajar adalah karakteristik orang beriman. Inilah tradisi sepanjang hayat orang-orang yang beriman.


Yang lebih utama dilakukan seorang Muslim memang ... belajar, belajar, dan belajar! Mengenai hasilnya, yaitu kepandaian dan keahlian ... itu adalah salah satu akibat saja dari jiwa belajar tersebut. Akibat yang lain ... menjadi lebih bijak, tidak mudah memvonis dsb.


Rasulullah SAW senantiasa berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memberantas kebodohan dan menanamkan tradisi belajar kepada sahabat-sahabatnya. Ketika pertempuran Badar telah usai dan dimenangkan Kaum Muslimin, maka sebanyak 70 orang kafir Quraisy yang tertawan bisa menebus pembebasan dirinya dengan mengajarkan baca tulis kepada 10 Muslim. Salah satu hasil dari program ini adalah Zaid bin Tsabit yang semula buta huruf, kenudian menjadi mahir baca tulis. Malahan kemudian menjadi salah seorang penulis wahyu bagi Rasulullah SAW. Begitulah Rasul SAW menghargai ilmu, senilai dengan jiwa/nyawa. Dan bukankah ilmulah yang membuat manusia eksis?


Ketika rasulullah SAW hendak mengutus Zaid bin Tsabit untuk berdakwah kepada orang Yahudi maka beliau memerintahkan Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani. Hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah bulan Zaid telah mampu menguasai bahasa Suryani, sehingga dia bisa menyertai kaum Yahudi dengan bahasa mereka dan membacakan kitab-kitab mereka. Itulah kegigihan belajar sahabat.


Maka hendaknya kaum muslimin menjadikan kegiatan belajar-mengajar sebagai jati dirinya, menjadi manusia pembelajar.


Umar bin Khathab r.a berpesan, "Wahai manusia! Wajib bagi kalian menuntut ilmu. Sesungguhnya Allah memiliki selendang kemuliaan. Barang siapa mencari satu bab dari ilmu, niscaya Allah akan membalutnya dengan selendang kebesaranNya."


Tidak pantas orang beriman berpuas diri dengan ilmu yang sedikit, karena dengan demikian ia tidak mampu memberikan kemslahatan yang banyak baik bagi dirinya sendiri apalagi untuk orang lain! Tuntutlah dan tekunilah ilmu pengetahuan di kolong langit manapun! Karena dimanapun kita Allah SWT Insya Allah akan membersamai kita!


Belajarlah dengan gigih, berapapun warna rambut kita, agar umat Islam ini tiadak lagi hanya menjadi korban, konsumen, dan obyek, tetapi bangkit menjadi pionir, inovator, kreator, dan penguasa kehidupan dunia yang bermartabat mulia menghamba kepadaNya saja!


Wallahu a'alamu bish-shawab

sumber : wa Islama (edisi 38/XX)

Continue Reading

Tentang Kami

www.Rafeyu.info lebih banyak membahas tentang dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi. Baca lebih banyak


Didukung:

Komentar Terakhir

Seputar Linux

Distributed By Free Blogger Templates | Designed By Seo Blogger Templates